Selasa, 05 Jun 2018 06:15

Tiga Ilmuan Muslim Berpengaruh di Dunia Teknologi

Written by  Cica Nur Latifah
Rate this item
(0 votes)

Dunia teknologi selalu penuh dengan para pencetus dan penemu ide serta inovasi yang baru. Siapa sangka di balik penemuan dan industri teknologi saat ini ada banyak ilmuwan muslim yang berkontribusi didalam nya.

Hal ini membuktikan ilmuwan muslim juga tidak kalah dan sangat diakui dalam bidang teknologi, seperti ilmuwan barat. Dan ini juga membuktikan bahwa masa kejayaan islam lah yang dahulu menemukan nya.

Nah, berikut 3 ilmuwan muslim yang berpengaruh terhadap dunia teknologi di antara ilmuwan-ilmuwan lainnya :

 

1.Ibnu Al-Haitham

Di era millennium seperti saat ini, optik menjadi sesuatu ilmu yang penting dalam kehidupan manusia. Dalam perjalannya, bagian dari ilmu sains ini memberikan keuntungan bagi fotografi, internet (fiber optik) hingga satelit mata-mata.

Membicarakan optik,

maka tak bisa dilepaskan dari seorang ilmuwan muslim bernama Abu Ali al-Hasan ibnu al-Hasan ibnu al-Haitham atau Ibnu al-Haitham saja, di dunia barat dia dipanggil Alhazen.Ibn al-Haitham seorang ilmuwan besar yang salah satu jurnalnya Kitab al-Manazir atau Buku Optik diakui sebagai rujukan ilmu optik. Maka tak mengherankan dia pun dijuluki Bapak Optik.

Ibnu Al-Haitham menjadi salah satu tokoh Islam yang berpengaruh di dunia teknologi. Ilmuwan ini menciptakan teknologi optik yang saat digunakan pada perangkat kamera. Teknologi temuan Ibnu Al-Haitham menginspirasi Rogen Bacon dan Kepler untuk menciptakan mikroskop dan teleskop

 

2.Al Battani

22

Pascaperadaban Yunani, kemajuan peradaban Islam berikut ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang astronomi, telah diakui oleh dunia. Selama kurang lebih 14 abad, Islam sempat bertengger dipuncak pimpinan peradaban dunia dan memecahkan rekor sebagai pearadaban yang paling lama berjaya. Secara kontinu, Islam pun terus melahirkan banyak pakar dalam berbagai ilmu pengetahuan khususnya dalam hal astronomi. Salah satu dari sekian banyak pakar tersebut adalah Abu Abdullah Muhammad Ibn Jabir Ibn Sinan al-Battani al-Harrani, atau yang lebih dikenal dengan sebutan al-Battani.

Al Battani merupakan seorang astronom yang berhasil menemukan hitungan dalam satu tahun terdapat 365 hari, 5 jam, 46 menit, dan 24 detik. Nama lengkap al-Battani adalah Abu Abdullah Muhammad ibn Jabir ibn Sinan Al-Battani al-Harrani. Di Eropa, ia dikenal dengan sebutan Albategnius atau al-Batenus. Harrani as-Sabi al-Battani ini juga menemukan sejumlah persamaan trigonometri.

 

3.Al-Khawarizmi

 222

          Al-Khawarizmi merupakan seorang ahli di bidang matematika, astronomi, geografi dan astrologi yang berasal dari Persia. Al-Khawarizmi bernama asli Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi, Beliau lahir di Bukhara dan hidup di Khwarizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) pada sekitar tahun 780 M di dan Beliau wafat pada sekitar tahun 266 H/850 M di Bagdad. Al-Khawarizmi dikenal sebagai penemu Aljabar dan angka nol (0). Al-Khawarizmi juga dikenali dengan nama Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Yusoff, di dunia Barat Al-Khawarizmi dikenali sebagai al-Khawarizmi, al-Cowarizmi, al-Ahawizmi, al-Karismi, al-Goritmi, al-Gorismi dan beberapa ejaan lainnya.

Read 197 times Last modified on Selasa, 05 Jun 2018 06:30